dimensia Tips TIPS KESEHATAN

DEMENSIA

Dementia atau demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir.

Jenis demensia yang paling sering terjadi adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Alzheimer adalah demensia yang berhubungan dengan perubahan genetik dan perubahan protein di otak. Sedangkan, demensia vaskular adalah jenis demensia akibat gangguan di pembuluh darah otak.

Kondisi lain yang menimbulkan gejala demensia

Selain penyakit Alzheimer dan demensia vaskular, terdapat juga kondisi-kondisi lain yang bisa menimbulkan gejala demensia, namun sifatnya sementara. Kondisi tersebut meliputi:

  1. Endrokrin.
  2. Multiple sclerosis
  3. Subdural hematoma.
  4. Tumor otak
  5. Efek samping obat, seperti obat penenang dan obat pereda nyeri.
  6. Kekurangan vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, vitamin E, dan zat besi dalam tubuh.
  7. Keracunan akibat paparan logam berat, pestisida, dan konsumsi alkohol.

Faktor Risiko

  1. Pertambahan usia,
  2. Adanya riwayat demensia dalam keluarga,
  3. Gaya hidup yang tidak baik, seperti pola makan tidak sehat, tidak rutin berolahraga, merokok, dan kecanduan alkohol

Beberapa penyakit yang juga berisiko menimbulkan demensia, antara lain:

  1. Sindrom down
  2. Depresi
  3. Sleep apnea
  4. Kolesterol tinggi
  5. Obesitas
  6. Hipertensi
  7. Diabetes

Gejala Demensia

Gejala utama demensia adalah penurunan memori dan perubahan cara berpikir, sehingga tampak perubahan pada perilaku dan cara bicara. Gejala tersebut dapat memburuk seiring waktu. Agar lebih jelas, berikut adalah tahapan gejala yang muncul pada penderita demensia:

Tahap 1

Pada tahap ini, kemampuan fungsi otak penderita masih dalam tahap normal, sehingga belum ada gejala yang terlihat.

Tahap 2

Gangguan yang terjadi pada tahap ini belum memengaruhi aktivitas sehari-hari penderita. Contohnya, penderita menjadi sulit melakukan beragam kegiatan dalam satu waktu, sulit membuat keputusan atau memecahkan masalah, mudah lupa akan kegiatan yang belum lama dilakukan, dan kesulitan memilih kata-kata yang tepat.

Tahap 3

Pada tahap ini, mulai terjadi gangguan mental organik. Penderita dapat tersesat saat melewati jalan yang biasa dilalui, kesulitan mempelajari hal baru, suasana hati tampak datar dan kurang bersemangat, serta terjadi perubahan kepribadian dan menurunnya kemampuan bersosialisasi.

Tahap 4

Ketika memasuki tahap ini, penderita mulai membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berpakaian dan mandi. Penderita juga mengalami perubahan pola tidur, kesulitan dalam membaca dan menulis, menjadi apatis, menarik diri dari lingkungan sosial, berhalusinasi, mudah marah, dan bersikap kasar.

Tahap 5

Ketika sudah masuk ke tahap ini, seseorang dapat dikatakan mengalami demensia berat. Demensia pada tahap ini menyebabkan penderita tidak dapat hidup mandiri. Penderita akan kehilangan kemampuan dasar, seperti berjalan atau duduk, tidak mengenali anggota keluarga, dan tidak mengerti bahasa.

Kapan harus ke dokter

Pemeriksaan oleh dokter perlu segera dilakukan jika mengalami seluruh atau beberapa gejala yang dicurigai sebagai gejala awal demensia, antara lain:

  1. Mudah lupa.
  2. Sulit mempelajari hal baru.
  3. Sulit konsentrasi.
  4. Sulit mengingat waktu dan tempat.
  5. Suasana hati tidak menentu.
  6. Sering kehilangan benda akibat lupa tempat meletakkannya.
  7. Sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara.
  8. Apatis atau tidak perduli terhadap lingkungan sekitar.
  9. Sering mengulang aktivitas yang sama tanpa disadari.
  10. Sulit melakukan aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari.

Beberapa penyakit, seperti diabetes, kolesterol, dan hipertensi dapat meningkatkan risiko demensia. Jika Anda menderita penyakit tersebut, disarankan untuk rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangan penyakit dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengobatan Demensia

Pengobatan demensia bertujuan untuk membantu penderita beradaptasi dengan kondisinya, menghambat gejala yang muncul, dan menghindari komplikasi. Berikut adalah prosedur yang dapat digunakan sebagai pengobatan untuk demensia:

Terapi khusus

  • Terapi stimulasi kognitif
    Terapi ini bertujuan untuk merangsang daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, serta kemampuan berbahasa, dengan melakukan kegiatan kelompok atau olahraga.
  • Terapi okupasi
    Terapi ini bertujuan untuk mengajarkan penderita cara melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman sesuai kondisinya, serta mengajarkan cara mengontrol emosi dalam menghadapi perkembangan gejala.
  • Terapi ingatan
    Terapi ini berguna untuk membantu penderita mengingat riwayat hidupnya, seperti kampung halaman, masa sekolah, pekerjaan, hingga hobi.
  • Rehabilitasi kognitif
    Terapi ini bertujuan untuk melatih bagian otak yang tidak berfungsi, menggunakan bagian otak yang masih sehat.

Dukungan Keluarga

Selain terapi-terapi di atas, untuk menjaga kualitas hidup penderita demensia, diperlukan dukungan dari keluarga atau kerabat. Dukungan atau bantuan tersebut dapat meliputi:

  • Berkomunikasi dengan penderita menggunakan kalimat yang singkat dan mudah dimengerti, disertai dengan gerakan, isyarat dan kontak mata.
  • Melakukan olahraga yang dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kesehatan jantung bersama penderita.
  • Melakukan aktivitas menyenangkan bersama penderita, seperti memasak, berkebun, melukis, atau bermain musik.
  • Menciptakan kebiasaan sebelum tidur untuk penderita, seperti tidak menonton televisi dan menghidupkan lampu rumah.
  • Membuat agenda atau kalender sebagai alat bantu mengingat acara dan aktivitas yang harus dilakukan penderita, serta jadwal pengobatan.
  • Membuat perencanaan pengobatan selanjutnya bersama penderita, untuk menentukan pengobatan apa yang harus dijalaninya.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala demensia adalah acetylcholinesterase inhibitors, memantine, antiansietas, antipsikotik, dan antidepresan

Operasi

Demensia dapat ditangani dengan operasi jika disebabkan oleh tumor otak, cedera otak, atau hidrosefalus. Tindakan operasi dapat membantu memulihkan gejala jika belum terjadi kerusakan permanen pada otak.

Meskipun terdapat sejumlah terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi demensia, sebagian besar penderita demensia tidak sembuh sepenuhnya. Namun, pengobatan tetap harus dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul. Selain itu, komplikasi juga dapat dihindari dengan pengobatan yang tepat.

Komplikasi Demensia

Gangguan daya ingat dan cara berpikir yang dialami penderita demensia dapat menimbulkan komplikasi saat melakukan aktivitas sehar-hari. Contohnya adalah:

  • Cedera saat berjalan sendirian
  • Kekurangan nutrisi
  • Tersedak hingga mengakibatkan pneumonia
  • Tidak dapat hidup mandiri

Pencegahan Demensia

beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya, seperti:

  1. berhenti merokok
  2. Berolahraga secara teratur.
  3. Tidur yang cukup.
  4. Menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola makan sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat. Konsumsi vitamin otak juga diduga baik untuk mencegah demensia.
  5. Kurangi asupan alkohol.
  6. Menjaga berat badan ideal
  7. Melatih otak secara berkala, seperti rajin membaca atau bermain teka-teki silang.
  8. Rutin mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan kolestrol.
  9. Segera melakukan konsultasi ke dokter jika mengalami stres, depresi, atau gangguan kecemasan

Artikel Lainnya

Leave a Comment