KENALI GEJALA RINGAN BERIKUT YA, JANGAN-JANGAN ANDA TERKENA PRE HIPERTENSI

Saat tekanan darah meningkat sedikit, juga disebut prehipertensi, mungkin Anda tidak terlalu mempermasalahkannya. Banyak yang menganggap ini bukanlah suatu hal yang serius. Akan tetapi, tekanan darah yang lebih sedikit dari normal ternyata bisa menjadi bahaya. Apakah kondisi prehipertensi ini pasti akan berkembang menjadi hipertensi (tekanan darah tinggi) ???

 

Prehipertensi merupakan kategori baru dalam pengukuran tekanan darah. Sebenarnya, prehipertensi merupakan tanda peringatan dari hipertensi. Tanda ini dibuat agar Anda lebih memerhatikan tekanan darah Anda sehingga tidak berkembang ke arah yang lebih buruk di kemudian hari.

 

Orang dengan prehipertensi memiliki tekanan darah yang sedikit naik, tapi belum bisa dimasukkan dalam kategori tekanan darah tinggi atau hipertensi.

 

Anda termasuk dalam kategori prehipertensi jika memiliki tekanan darah sistolik (angka atas dalam pembacaan tekanan darah) sebesar 120-139 mmHg atau memiliki tekanan darah diastolik sebesar 80-89 mmHg. Sedangkan, orang dengan tekanan darah normal mempunyai tekanan darah di bawah angka tersebut (120/80 mmHg).

 

Apakah prehipertensi pasti akan menjadi hipertensi?

 

Tekanan darah pada rentang hipertensi bisa dibilang tidak normal. Hal ini karena orang dengan prehipertensi mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengembangkan tekanan darah tinggi dibandingkan orang dengan tekanan darah normal, dilansir dari Harvard Health Publishing. Orang dengan prehipertensi juga mempunyai risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

 

Walaupun orang dengan prehipertensi mempunyai risiko lebih tinggi untuk menjadi hipertensi di kemudian hari, namun prehipertensi tidak selalu akan menjadi hipertensi. Hal ini berlaku jika Anda melakukan perubahan gaya hidup, seperti berolahraga lebih banyak dan mengatur konsumsi makanan Anda yang lebih sehat.

 

Sebaliknya, jika gaya hidup Anda tidak berubah dan terus melanjutkan kebiasaan hidup yang buruk, kemungkinan Anda mengalami hipertensi di kemudian hari dan masalah kesehatan terkait tekanan darah, seperti penyakit jantung, serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke, akan lebih besar.

 

Penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun secara umum, gejala hipertensi adalah :

  1. Sakit kepala parah
  2. Pusing
  3. Penglihatan buram
  4. Mual
  5. Telinga berdenging
  6. Kebingungan
  7. Detak jantung tak teratur
  8. Kelelahan
  9. Nyeri dada
  10. Sulit bernapas
  11. Darah dalam urin
  12. Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga
  13. Sering kesemutan
  14. Cengeng di leher

 

Bagaimana cara mengendalikan prehipertensi ?

 

Bila dokter Anda mendiagnosis prehipertensi, Anda mungkin tidak perlu minum obat tekanan darah. Anda cukup mengubah gaya hidup Anda agar prehipertensi tidak berkembang menjadi hipertensi. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol prehipertensi adalah:

  1. Jaga berat badan tetap dalam rentang ideal. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko hipertensi. Sehingga, menurunkan berat badan jika Anda obesitas perlu dilakukan agar tekanan darah lebih terkendali.

 

  1. Olahraga teratur. Olahraga dapat membantu Anda dalam menjaga berat badan dan mengurangi stres, sehingga tekanan darah pun bisa terkontrol. Lakukanlah olahraga setidaknya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, lari, bersepeda, dan berenang.

 

  1. Atur konsumsi makanan Anda. Makanan dapat memengaruhi tekanan darah Anda. Untuk itu, sebaiknya jaga asupan makanan Anda. Perbanyaklah asupan sayuran, buah-buahan, makanan sumber protein rendah lemak (seperti ikan, tahu, dan tempe), dan biji-bijian (seperti gandum). Pilih produk susu rendah lemak dan batasi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti makanan yang digoreng dan junk food.

 

  1. Batasi asupan garam atau natrium. Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam atau natrium tinggi dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah. Batasilah asupan natrium Anda hanya sebesar 2400 mg atau setara dengan 6 gram garam (sekitar 1 sendok teh). Kurangi tambahan garam pada makanan Anda dan batasi konsumsi makanan tinggi natrium, seperti makanan kemasan, makanan kalengan, dan makanan olahan (makanan beku).

 

  1. Batasi konsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok. Terlalu banyak konsumsi alkohol dan sering merokok dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Sehingga, baiknya Anda membatasi atau bahkan menghindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok.

 

  1. Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Dengan memantau tekanan darah Anda secara rutin, Anda bisa mengetahui adanya perubahan tekanan darah sejak dini. Sehingga, Anda bisa mengambil langkah lebih awal sebelum masalah tekanan darah berkembang lebih serius.

 

#salambahagiasehat

#alkesdayajuang

Leave a Comment